Pelangiku

aku tau setiap ada hujan
yang deras
pasti akan muncul sebuah pelangi
yang indah
karena Allah sudah menciptakan
dua kejadian tersebut dalam satu paket

aku pun tau setiap ada masalah
yang datang silih berganti
akan selalu ada jalan keluar
yang sangat menakjubkan
karena Allah pun sudah menyiapkan
dua hal tersebut
dalam ketetapan-Nya

dan inilah hidup
terlalu indah jika kita mau membuka mata hati
terlalu banyak problematika
yang akan membuat kita
semakin dewasa

********



Minggu, 20 Maret 2011

gaya berpakaian seorang muslimah


Cara berpakaian seseorang mencerminkan kepribadian pemakainya. Bagi mereka yang berpikiran ceria, pakaian biasanya cerah dan ceria, bahkan tidak jarang dengan banyak motif. Sementara itu, bagi mereka tenang kepribadian, koleksi pakaiannya cenderung terdiri dari satu warna, dengan motif merata tanpa banyak aplikasi. Lalu bagaimana dengan gaya berpakaian seorang muslimah?
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan istri orangorang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu." (Al-Ahzab: 59)
Ayat ini menegaskan bahwa wanita-wanita mukmin diperintah untuk menjulurkan jilbabnya, yakni memakai hijab untuk menutup auratnya. Adapun yang dimaksud dengan jilbab atau hijab itu adalah sejenis baju kurung dengan kerudung yang longgar bentuknya, yang didesain supaya dapat menutup kepala, muka, dan dada. Model pakaian seperti itu sudah umum dipakai oleh kaum muslimah karena merupakan simbol penampilan wanita pribadi yang salehah.
Kenyataannya pada era ini. Tidak sedikit wanita musliimah yang belum mengenakan jilbab ini. Padahal jelas-jelas dalam al-qur’an sudah menjelaskan seperti apa pentingnya memakai jilbab.
Allah pun berfirman dalam surat lain:
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nuur:31)

Jika saya sedikit analisis alasan beberapa muslimah yang belum mengenakan jilbab adalah:
1.      Tidak gaul, karena jika memakai jilbab pasti nanti tidak bisa modis dan semacamnya. Padahal saat ini tidak sedikit buku-buku yang membahas mengenai pakaian muslimah, modis, trendi tapi tetap syar’i. Bahkan tidak ada batas ketika kita ingin mix and match warna, model pakaian kita, asal tetap syar’i.
2.      Sulit mencari pekerjaan. Berapa banyak perusahaan saat ini yang berlebel “syariah” otomatis mereka membutuhkan karyawan yang mengenakan jilbab. Atau jika tidak ingin menjadi seorang karyawan, jadilah seorang entrepreneur yang tidak ada aturan kita harus melepas jilab ketika berjualan. Bahkan membuka lowongan pekerjaan.
3.      Tidak mendapatkan izin dari keluarga. Nah, ini berarti yang salah ada pada diri pribadi kita masing-masing. Mungkin kita yang kurang bisa bernegosiasi dengan keluarga.
4.      Masih belum “baik”. Kalo menunggu baik, mau sampai kapan? Bukankah ini sebuah proses. Bahkan, jilab dan pakaian muslimah menjadi pelindung ketika kita akan melakukan perbuatan tidak baik.
5.      Panas dan ribet. Bukankah Allah tidak pernah menyulitkan hamba-Nya? Tetapi kita sendiri yang sering mempersulit diri.
Kurang lebih seperti itu alasan mereka ketika belum mengenakan jilbab. Jika kalian punya 1001 alasan untuk tidak mengenakan jilbab. Maka Al-Qur’an pun punya 1001 alasan untuk kita agar mengenakan jilbab.

Mari kita analisis gaya berpakaian mahasiswa saat ini:
1.      Berpakaian mini (u can see), baju ketat, rok mini, celana pensil. Hmm... ini nih yang mengundang banyak perhatian, terutama para lelaki. Jadi jangan salahkan 100% lelaki jika ada pelecehan seksual jika kita menggunakan pakaian seperti ini.
2.      Berpakaian tertutup tapi belum memakai jilbab. Saya tegaskan bahwa sebenarnya yang diperintahkan itu memang menutup aurat. Lalu yang dinamakan aurat seperti apa? (lihat penggalan surat an-nuur ayat 31).
3.      Sudah memakai jilbab, tapi belum syar’i. Nah, ini yang harus sedikit kita luruskan. Bahwa sesungguhnya Allah memerintahkan kita mengenakan jilbab hingga menutup dada.
4.      Sudah memakai jilbab sesuai dengan syariat. Semoga tetap istiqomah. Karena sejatinya, niat di awal memang luar biasa tetapi yang bisa bertahan hingga akhir itu tidak banyak karena itulah seleksi alam.

Lalu kita termasuk yang mana? mari kita sama-sama perbaiki diri. Karena, ketika Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mengenakan sesuatu pasti ada hikmah yang tersimpan di dalamnya. Semoga kita bisa bersama melaksanakan perintah Allah dengan benar.
Memang benar, proses berbuat menjadi baik itu panjang tetapi keputusan untuk berubah menjadi baik itu hanya memerlukan waktu beberapa saat saja.
So, tunggu apa lagi?
Wallahu’alam bi showab.


*tulisan pertama yang diedit sama aisyah*
(makasih atas masukannya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar