berkali-kali telepon selular ku berdering dan aku pun tak bergegas untuk mengangkatnya seperti biasanya.
tak lama sebuah pesan pun masuk ke HPku, yang isinya adalah pertanyaan kenapa aku tidak mengangkat telepon dan tak membalas smsnya.
dan, aku pun tak kunjung membalas smsnya saat itu.
hingga penghujung sore, kuberanikan diri untuk bertanya kepadanya.
"maaf, tadi kenapa?" hanya itu kata-kata yang kusampaikan.
"tadi kemana aja bu?" dia membalas pesanku.
tanpa pikir panjang, segera ku balas.
"ga kemana-mana"
tak lama sms dari dia pun masuk kembali.
"terus kenapa ga ngangkat telepon gue, dan ga bales sms gue? lu bete sama gue"
dan, maaf kawan saya tak membalas smsmu lagi.
hari itu pun berlalu. dan dia pun mungkin bertanya-tanya dengan sikapku yang mungkin agak aneh beberapa hari lalu.
dan rasa itu pun memuncak, hingga akhirnya sebuah pesan singkat ku samapaikan padanya.
"maaf, sepertinya aku mengundurkan diri dari kepantiaan ini. semoga acaranya berjalan dengan lancar"
cukup lama aku menunggu balasan darinya, dan akhirnya dia membalasnya.
"yah, terus siapa yang ngurusin nanti? gue harus urus ini dan itu. tika lagi magang dia. rosi ga mungkin bisa kali harus urus sendiri. jangan tinggalin gue sendiri dong"
"lu kenapa si? kayanya menghindar dari gue?"
tak terasa ada yang basah di pipi.
aku pun segera membalasnya.
"yang lain kan ada. ga harus aku. yang lain pasti bisa,. maaf"
"yasudah, saya yang akan menghandle pekerjaan lisa. tapi nanti dateng ya pas hari-H"
entah apa lagi yang terjadi dengan diri ini, aku pun memlilih untuk tidak menghadiri acara ctersebut. malah lebih memilih untuk mengadakan sebuah acara reunian kecil-kecilan dengan sahabat lama ku.
"maaf, sepertinya tidak bisa hadir pasa hari H. semoga acara berjalan dengan lancar"
tak lama balasan darinya pun sampai di HPku.
"boleh tau alasannya kenapa? bukan karena ga enak sama gue kan karena lu ga bisa jadi panitia. gue gapapa ko. ga marah. tapi dateng ya"
deg. entah ada ada dengan diri ini.
maaf kawan, aku benar-benar tidak bisa hadir. bukan marah dengan mu. tapi sebenernya marah dengan diri ini.
kenapa aku tak bisa tawazun akan semua ini. bahkan menjadikan masalah lain sebagai alasaku tak bisa membantumu.
maafkan aku kawan.
semoga Allah membantumu dengan tangan-tangan dari kawanmu yang lain.
maaf kawan, jika aku hanya bisa diam. bukan akau marah. tapi, karena aku malu dengan diri ini. yang ternyata sungguh tidak dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar