Pelangiku

aku tau setiap ada hujan
yang deras
pasti akan muncul sebuah pelangi
yang indah
karena Allah sudah menciptakan
dua kejadian tersebut dalam satu paket

aku pun tau setiap ada masalah
yang datang silih berganti
akan selalu ada jalan keluar
yang sangat menakjubkan
karena Allah pun sudah menyiapkan
dua hal tersebut
dalam ketetapan-Nya

dan inilah hidup
terlalu indah jika kita mau membuka mata hati
terlalu banyak problematika
yang akan membuat kita
semakin dewasa

********



Sabtu, 24 Desember 2011

karena kami adalah Duo R

“sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh” (al-ahzab:72)

Tugas pendahulu adalah melapangkan jalan bagi penggantinya.
Tugas penerus adalah terus belajar mengambil peran.
Teruslah tumbuh.
Pengganti kita harus lebih kokoh, TANGGUH, gigih.
Ukhti..
bahagiamu adalah bahagiaku
sedihmu juga sedihku
tawamu, tawaku juga
tangismu adalah tangisku
semoga Allah Yang Maha Indah,
memudahkan langkah ini..
memberikan yang terbaik menurutNya

resapi sebuah perkenalan, karena di situ ada KENANGAN.
syukuri sebuah hubungan, karena di sana ada KERINDUAN.
hargai sebuah persahabatan, karena itu meruapakan TALI PERSAUDARAAN

Kami memang bukan baru mengenal. Jauh sebelum kami bertemu kembali di Universitas tercinta ini kami sudah pernah mengenal, tapi hanya sebatas kata kenal dan aku yakin karena takdir Allah-lah saat ini kami diberikan kesempatan untuk berjalan bersama dan memetik ilmu bersama. Tapi kali bukan hanya untuk kenal sebatas kata tapi untuk mengerti, memahami, dan menyayangi.
Ternyata Allah telah menuliskan takdir untuk kami berdua bertemu kembali dalam amanah yang sama, untuk berbagi suka dan duka bersama. Untuk bercengkrama dalam keadaan senang maupun susah. Dalam tawa maupun sedih. Walau semua ini sulit kami rasakan ketika pilihan yang sulit menghimpit kami. Setiap kami memiliki prioritas dan pilihan yang berbeda. Dan kami pun memilih pilihan serta prioritas masing-masing. Hingga tak sering keuangan BEM UNJ terbengkalai karena kelalaian kami. Semoga di kepengurusan yang akan datang, bisa lebih baik lagi dan bersikap lebih professional atas amanah yang telah diembannya.

Teruntuk saudariku…                                                                                             
Muslimah yang ridho Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad saw. Sebagai Rasulnya.
Saudariku Ria Prihatna Sari... optimislah karena Allah bersamamu,  malaikat memohonkan ampun untukmu, dan syurga menanti kedatanganmu.
Aamiin
Duo R… itulah panggilan untuk kami. Dengan kesamaan huruf depan ‘R’ dan kata akhir ‘Sari’. Keahlianya dalam dunia perbendaharaan tak diragukan lagi. Muslimah yang berasal dari jurusan Ekonomi &  Administrasi dengan konsentrasi pendidikan Akutansi ini memang sangat mahir dibidang keuangan. Ditambah pengalamanya yang telah menjelajah sebagai bendahara HMJ E & A dan bendahara umum FE membuatnya semakin lihai bergelut dalam segala hal yang berhubungan dengan administrasi dan keuangan. 
Merupakan suatu kehormatan bagiku bisa menerima amanah untuk berjalan bersamamu sebagai di bendahara II BEM UNJ. Sahabat yang amanah, pengertian, dan ’ringan tangan’ ini merupakan sosok perempuan yang luar biasa. Mohon maaf sebesar-besarnya, aku memang tak pantas bersanding denganmu sahabat, bukan karena kau tapi karena akulah yang bersalah karena terlampau kelalainku, kekerdilanku, dan terlalu banyak membiarkan kau berjalan sendiri. Sehingga membuatmu tertatih untuk menyelesaikan amanah ini. Sahabat bagaimana aku harus menebus kesalahan ini padamu...Maaf jika aku tak dapat menjadi sahabat yang baik untukmu.
Ditengah kesibukanmu dalam berbagai aktifitas kau sangat hebat dapat menjalankan semuanya. Meski aku tau kau hanya perempuan bisa yang terkadang merasa lelah, tapi semua itu tak menyurutkan langkahmu untuk terhenti wahai perempuan berhati bidadari.
Teruslah semangat sahabat... Mengejar impianmu yang sempat tertunda. Percayalah kau akan mendapatkan balasan yang jauh lebih baik atas segala apa yang telah kau kerjakan, dan aku percaya Allah telah menyediakan hadiah teristimewa untukmu.
Terima kasih atas kepercayaanya menjadikan aku pendampingmu. Terima kasih atas segala ilmu yang kau ajarkan untukku. Terima kasih untuk pengertian yang tak terhingga yang kau berikan. Terima kasih atas kesabaran yang luar biasa. Terima kasih kau telah memberikan kesempatan kepadaku untuk menorehkan sedikit garis di kehidupanmu.
Teruslah bergerak sahabatku. Aku yakin dengan izinNya atas dirimu kau bisa mengubah sahara menjadi taman yang rindang. Jangan pernah takut akan hujan yang datang, karena rintiknya akan membuatmu semakin tegar dan lebatnya akan menghapus dosa-dosamu. percayalah di setiap relung kehidupan ada kegelapan. Tiada pilihan, kecuali menyalakan lentera dalam jiwa. Tetaplah bergerak karena diam adalah kematian. Tetaplah tersenyum, karena senyum adalah modal untuk menciptakan semangat untuk bergerak.

Teruntuk saudariku sayang…
Jika hari ini adalah harimu
Maka segeralah bergegas
Jika ini pilihanmu
Maka hadapilah segala resiko
Atas setiap pilihan yang kau ambil

            Awal pertama mendapat amanah ini, sungguh sulit untuk menerimanya. Apalagi ketika pendahulu kita meminta hanya diri ini untuk menjadi bendahara. Namun dengan sedikit negosiasi, akhirnya diri ini mendapatakan teman seperjuangan untuk menemani perjuangan yang sulit ini. Ya, sungguh sulit kawan untuk sampai pada titik Ridho-Nya. Maka itu aku membutuhkanmu kawan.
            Memang benar ini bukan kali pertama kita mengenal. Tapi ini kali pertama kita dipertemukan dalam amanah yang sama. Allah punya takdir yang indah untuk kita. Tidak terlalu lama memang untuk beradaptasi denganmu. Karena berbekal “modal” yang sama sebagai seorang bendahara. Maka setelah kami dipertemukan, segera saja kami membuat rencana untuk menyelesaikan amanah ini. juga termasuk impian-impan dan harapan-harapan. Satu per satu kita mencoba untuk merealisasikan impian dan harapan tersebut walau harus tertatih untuk menggapainya.
            Namun, impian tinggal impian. Harapan tinggal harapan yang tak bertepi. Allah punya skenario lain atas impian dan harapan yang pernah kita rancang. Sebuah pilihan yang akhirnya membuat kita jarang berjumpa.
            Di tengah kepengurusannya, Rena mendapat tawaran untuk mengajar di sebuah SDIT. Yang mungkin akan membuatnya jarang terlihat di kampus. Tapi, ku akui Rena adalah wanita yang memiliki pendirian terguh. Mungkin karena golongan darahnya adalah “A”. Dia memiliki sikap optimis yang luar biasa. Memiliki impian yang tinggi. Serta cita-cita yang luar biasa. Di tengah kesibukannya mengajar, walau jarang terlihta dia masih tetap berusaha untuk hadir dalam kegiatan BEM UNJ ketika hari Sabtu dan Minggu. Rena pun memiliki kedisplinan yang luar biasa.
            Mengenalmu lebih jauh dalam hitungan bulan, terkadang menginspirasi. Member motivasi walau hanya melalui senyuman. Memberi energy baru walau hanya dengan sapaan.
            Terimakasih untuk pengorbanan yang lebih darimu kawan. Terimakasih sudah mau menemani diri ini sebagai Bendahara dua. Terimakasih sudah mau menjadi penopang diri ini kala hamper terjatuh. Mohon maaf jika diri ini tak bisa membimbingmu. Mohon maaf jika diri ini terlalu banyak mengeluh. Dan mohon maaf jika diri ini terlalau sering menyalahkan.
            Kini kepakkanlah sayapmu lebih jauh dan tinggi lagi. Karena tak ada yang menghalangimu lagi. Terbanglah lebih jauh dan gapailah setiap cita yang pernah kau rencanakan. Semoga Allah meridhoi setiap pilihan yang kita ambil.

mungkinkah kita kan selalu bersama, walau terbentang jarak antara kita?”
Saudariku sayang, ini mungkin memang akhir dari pejumpaan kita dalam satu amanah, tetapi ini bukan akhir perjumpaan kita di dunia. Jika Allah mengizinkan, kita pasti akan dipertemukan kembali.
Bersama kita belajar meski harus tertatih. Bersama kita berusaha mewujudkan mimpi meski harus jatuh bangun. Semoga Allah meridhoi setiap ikhtiar kita.
Saudariku, setelah ini kita akan memiliki kehidupan masing-masing, maka jagalah dirimu sebaik mungkin. Karena di depan sana, tantangan akan lebih dahsyat dari ini.
Teruslah berjuang, saudariku. Dimanapun dirimu berada. Tetaplah berada di jalan juang ini. Karena jalan juang ini yang akan terus menyatukan kita.

Ada kalanya kita seperti dua mata
Tak pernah berjumpa
Tapi selalu sejiwa

Kita menatap ke arah yang sama
Walau tak berjumpa
Mengagumi pemandangan indah
Dan berucap: subahanallah

Kita bergerak bersama
Walau tak berjumpa
Mencari pandangan yang dihalalkan
Menghindari dari yang diharamkan
Dan berucap: astagfirullah

Kita mengangis bersama walau tak berjumpa
Dalam kecewa, sedih, ataupun gembira
Duka dan bahagia
Dan tetap terucap: Alhamdulillah

Kita terpejam bersama
Walau tak berjumpa
Memberi damai dan rehat
Sambil berucap: laa haula wa laa quwwata illa billah…

Tapi kadang kita perlu menjadi dua tangan
Berjumpa dalam sedekap shalat
Berjama’ah menghadap Allah

Tapi kadang kita perlu menjadi dua tangan
Berjumpa dalam membersihkan
Segala kotor dan noda dari badan…

Keletihan itu, akan menjadi beban ketika kami
merasakannya sebagai keletihan fisik yang tidak
diikuti oleh keyahinan ruhiyah.
Maka sesungguhnya kesempitan di jalan ini,
pasti menyimpan hikmah luar biasa yang akan
tercurah dalam bentuk rahmat Allah swt.
Jakarta, Desember 2011

Badan Eksekutif Mahasiswa
Universitas Negeri Jakarta 2011

Best Regards
BENDAHARA BEM UNJ 2011-2012

RIA PRIHATNA SARI
RENA SARI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar