Sahabat,
Bersama kita mulai belajar
Untuk tidak memiliki sesuatu
Apa yang pernah Rabb berikan
Apa yang pernah Rabb kasihkan
Apa yang pernah Rabb titipkan
Semuanya milik yang Maha Rahmaan
Jadi adakah bagi kita alasan
Untuk merasa keberatan
Jika sebagian harta kita sisihkan
Jika sebagian kerat roti kita berikan
Jika sebagian waktu kita infakkan
Jika sebagian permata kita dermakan
Pada saudara kita yang lebih membutuhkan
Ataukah
Engkau merasa akan dilanda kemiskinan
Jika berbuat yang demikian
Sahabat
Bersama kita belajar
Untuk tidak dimiliki oleh sesuatu
Apa yang pernah Rabb sediakan
Apa yang pernah Rabb sandingkan
Apa yang pernah Rabb mudahkan
Semuanya dijadikan sebagai ujian
Untuk membuktikan bahwa cinta yang pernah kita ikrarkan
Tidak sebatas dalam ucapan
Haruskah kita lebih mencintai deadline tak bertepi
Haruskah nyawa kita berakhir di ujung sepi
Mengapa engkau lebih mencintai dirimu sendiri
Ketimbang mencintai Rabb
Yang telah mengadakanmu di muka bumi
Mengapa engkau lebih mencintai semuanya ini
Ketimbang mencintai Rabb
Yang telah menyediakan semua yang kamu cintai di dunia ini
Ataukah
Engkau merasa
Bahwa engkau dipersulitkan
Bahwa engkau direpotkan
Bahwa engkau disiksakan
Karena yang engkau ingin adalah ketenangan
Karena yang engkau inginkan adalah keselamatan
Karena yang engkau inginkan adalah bersenang-senang
Tanpa pedulikan umat yang mulai dihujani tusukan
Tanpa pedulikan saudaramu yang mulai dilanda kelaparan
Tanpa pedulikan saudaramu yang kini mulai ditimpa kemusyrikan
Tanpa pedulikan saudaramu yang dalam setiap sujud ditemani mortir dan dentuman
Tanpa pedulikan risalahmu yang kini mulai dicincang
Sementara kamu hirup gratis hawa ini setiap pekan
Bersama kita mulai belajar
Untuk tidak memiliki sesuatu
Apa yang pernah Rabb berikan
Apa yang pernah Rabb kasihkan
Apa yang pernah Rabb titipkan
Semuanya milik yang Maha Rahmaan
Jadi adakah bagi kita alasan
Untuk merasa keberatan
Jika sebagian harta kita sisihkan
Jika sebagian kerat roti kita berikan
Jika sebagian waktu kita infakkan
Jika sebagian permata kita dermakan
Pada saudara kita yang lebih membutuhkan
Ataukah
Engkau merasa akan dilanda kemiskinan
Jika berbuat yang demikian
Sahabat
Bersama kita belajar
Untuk tidak dimiliki oleh sesuatu
Apa yang pernah Rabb sediakan
Apa yang pernah Rabb sandingkan
Apa yang pernah Rabb mudahkan
Semuanya dijadikan sebagai ujian
Untuk membuktikan bahwa cinta yang pernah kita ikrarkan
Tidak sebatas dalam ucapan
Haruskah kita lebih mencintai deadline tak bertepi
Haruskah nyawa kita berakhir di ujung sepi
Mengapa engkau lebih mencintai dirimu sendiri
Ketimbang mencintai Rabb
Yang telah mengadakanmu di muka bumi
Mengapa engkau lebih mencintai semuanya ini
Ketimbang mencintai Rabb
Yang telah menyediakan semua yang kamu cintai di dunia ini
Ataukah
Engkau merasa
Bahwa engkau dipersulitkan
Bahwa engkau direpotkan
Bahwa engkau disiksakan
Karena yang engkau ingin adalah ketenangan
Karena yang engkau inginkan adalah keselamatan
Karena yang engkau inginkan adalah bersenang-senang
Tanpa pedulikan umat yang mulai dihujani tusukan
Tanpa pedulikan saudaramu yang mulai dilanda kelaparan
Tanpa pedulikan saudaramu yang kini mulai ditimpa kemusyrikan
Tanpa pedulikan saudaramu yang dalam setiap sujud ditemani mortir dan dentuman
Tanpa pedulikan risalahmu yang kini mulai dicincang
Sementara kamu hirup gratis hawa ini setiap pekan
Sahabat
Bersama kita belajar
Untuk berbuat sesuatu bukan karena sesuatu
Tetapi karena Rabbmu
Apa yang pernah Rabb perintahkan
Apa yang pernah Rabb larangkan
Apa yang pernah Rabb tunjukkan
Apa yang pernah Rabb larangkan
Apa yang pernah Rabb tunjukkan
Semuanya adalah hidayah yang harus kita jadikan tuntunan
Berbuat baiklah
Karena kita memang harus berbuat baik
Beramallah
Karena memang kita harus beramal
Berjuanglah
Karena memang kita diperintahkan
Bersujudlah
Karena memang kita harus bersujud di hadapan
Dan berbuatlah
Bukan karena engkau ingin dipuji
Bukan karena engkau ingin dicintai
Bukan karena engkau ingin dikenali
Berbuat baiklah
Karena kita memang harus berbuat baik
Beramallah
Karena memang kita harus beramal
Berjuanglah
Karena memang kita diperintahkan
Bersujudlah
Karena memang kita harus bersujud di hadapan
Dan berbuatlah
Bukan karena engkau ingin dipuji
Bukan karena engkau ingin dicintai
Bukan karena engkau ingin dikenali
Dan berbuatlah
Lebih dari sekadar takut akan azab-Nya
Lebih dari sekadar harap akan jannah-Nya
Lebih dari sekadar rindu akan cinta-Nya
Tapi berbuat baiklah
Karena kita memang begitu tulus mencintai-Nya
Sahabat,
Di manakah ujung keihklasan
Ia ada dalam setiap nikmat
Yang benar-benar membekas dan dapat kamu rasakan
Maka, adalah sebuah keniscayaan
Jika kelak kamu dapat masuk dalam jannah-Nya
Melalui sekerat roti yang pernah kau sisihkan
Melalui setitik kebaikan yang pernah kamu berikan
Bukan karena sekerat roti yang kau dermakan
Tapi karena engkau kini mulai pahamkan
Akan arti satu dari sejuta nikmat yang kamu rasakan
Bismillah… Ya Allah, muliakan saudariku ini semulia Khadijah, selembut Fatimah, seanggun Aisyah, secantik Zulaikha… Lapangkanlah jalannya, mudahkanlah urusannya… Amiien
Di sini, kita pernah bertemu,,,
Mencari warna seindah pelangi,,,
Ketika kau menghulurkan tanganmu,,,
Membawaku ke daerah yang baru….
Dan hidupku kini ceria
(BROTHER – Untukmu Teman)
Di ruangan itu,,, dalam amanah ini,,, kami dipersatukan…
Menjalin satu ikatan yang teramat luar biasa…
Bendahara HMJ E&A…
Jalinan ukhuwah serta sulaman persaudaraan yang telah terbina karena persamaan amanah yang kami emban membuat malaikat iri pada persaudaraan kami. Perbedaan sifat, perbedaan hobi, perbedaan karakter dan perbedaan-perbedaan lainnyalah yang akhirnya telah menyatukan kami. Dua wanita yang sangat jauh dari kata sempurna ini telah dipertemukan dan dipersatukan.
Hampir setahun kami bersama mengemban amanah ini,, suka dan duka, canda serta tawa bersama telah kami lewati. Kini tibalah saat di mana kami harus mempertanggungjawabkan apa saja yang telah kami lakukan selama setahun ini. Saling mengenal, merasa memiliki kecocokan satu sama lain, itulah modal KEKOMPAKKAN kami yang tak jarang membuat banyak orang merasa iri,,,hmmmm…. Begitulah kami,, tak surut langkah untuk mencari sensasi, tapi tetap positif lho!!!
Walau sebenarnya kami berasal dari konsentrasi yang sama, bahkan satu kelas, tapi setelah kami dipersatukan dalam naungan amanah sebagai duet bendahara HMJ Ekonomi & Administrasi barulah kami benar-benar bisa saling mengenal dan bisa saling memahami. Tachibana bersaudara, itulah sebutan bagi kami dari beberapa staf bahkan rekan kerja kami yang lain, karena memang kami seringkali membuat heboh gedung L (sekretariat) tercinta (hehehe…). Dan inilah kami…..
Dear ukhti Ria Prihatna Sari yang Tangguh
Jangan kamu berjalan didepanku,
aku tak dapat mengikutimu.
Jangan kamu berada di belakangku,
aku tak bisa Memimpinmu.
Berjalanlah disampingku,
jadilah sahabatku.
YA ALLAH, muliakan saudaraku ini. Bahagiakan keluarganya berkahi rizqinya, sehatkan jasadnya, cemerlangkanlah ide dan kreativitasnya, kuatkan imannya, tinggikan derajatnya, jadikan dirinya FIISABILILLAH yang ENGKAU CINTAI, eratkanlah tali persaudaraan kami, dan kabulkanlah do’a kami. Amien…
Trimakasih karena telah mempercayaiku untuk menemani perjuanganmu,,, terimakasih karena kau tetap menguatkanku di tengah keraguan yang sempat mengusikku,,, terimakasih telah menjadi saudari yang teramat baik untuk diri ini,,, Sungguh betapa bersyukurnya diri ini karena telah mengenalmu.
Ria Prihatna Sari,,, itulah nama lengkap dari wanita Tangguh ini. Namun,, cukup panggil dia dengan nama Ria, meski tak jarang ia dipanggil dengan julukan-julukan tertentu yang entah mengapa itu menjadi ciri khas baginya. Narasi sepanjang apapun tak mampu menceritakan secara lengkap mengenai sosok wanita luar biasa ini. Kredibilitasnya sebagai seorang mahasiswi dan aktivis yang baik pun tak dapat diragukan lagi.
Merupakan satu kehormatan besar bisa dipilih untuk mendampinginya dalam menjalankan amanah bersama menjadi Bendahara HMJ Ekonomi dan Administrasi ini. Meski kami berasal dari Konsentrasi dan kelas yang sama, tapi jujur diri ini merasa baru mengenal dengan baik tentang sifat dan sikap saudariku ini ketika di”partner”kan dengannya di sini. Pribadi yang sangat berkomitmen terhadap setiap amanah yang diembannya, selalu memiliki semangat tinggi yang terkadang membuat diri ini merasa malu karena sering tak mampu mengimbanginya, sangat teliti dan perhatian sekali terhadap saudara-saudarinya,,, adik-adik stafnya dan tak segan membantu ketika orang di sekitarnya membutuhkan pertolongan.
Untuk masalah keuangan..hmm tak bisa diragukan lagi, kepiawaian mengelola keuangan yang mungkin ia dapat dari pelajaran akuntansi yang didapatnya di kelas berhasil diaplikasikannya dengan baik…Bahkan terkadang julukan “PELIT” sering dilontarkan oleh staf-stafnya..Tersusun rapi sederet kuitansi dan nota kontan bukti kerja kerasnya. Tanpa mengenal lelah, meski ria juga sering di amanahkan di tempat lain, tapi amanah sebagai HMJ Ekonomi & Administrasi dijalankannya dengan baik.. Ria sangat “sensitive”, apalagi kalau berkaitan dengan masalah keuangan HMJ, maaf saudariku,,, terkadang aku lalai dan sering meninggalkanmu serta membiarkanmu bekerja seorang diri.
Trimakasih atas ukhuwah yang indah ini…
Trimakasih telah membimbingku selama ini, tanpamu tak mungkin aku setegar ini,
Trimakasih telah memberiku banyak ilmu, sehingga aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik,
Kata terimakasih tak kan pernah cukup dan tak kan pernah lelah ku ucapkan.
Teruntuk saudariku yang kucintai karena Allah. Sugiyarti.
Dear Ukhti...
apa kabar imanmu hari ini???
semoga selalu menapak maju
apa kabar hatimu hari ini???
semoga selalu bersih dari debu juga kelabu
apa kabar cintamu hari ini???
semoga selalu berpeluh rindu pada Nya...
Rajutan kata-kata yang ingin sekali kusampampaikan ini mungkin tak dapat mewakili betapa bangganya aku padamu. Wanita yang biasa tetapi memiliki kemampuan yang luar biasa. Bersyukurlah Allah memberimu banyak kelebihan sehingga tak sedikit orang yang iri dengan apa yang kau miliki. Untaian kata terimakasih pun sangat ingin sekali aku haturkan padamu. Yang merelakan dirinya untuk menjadi “partner” kerja yang sangat baik. Tak jarang kau harus luangkan banyak waktumu untuk menemani diri ini dalam menyelesaikan amanah ini. Deraian air mata serta tetesan peluh pun sering kau keluarkan karena amanah ini. Namun ternyata hanya seuntai kata yang dapat kusampaikan…maaf saudariku. Diri ini tak memiliki apa-apa yang dapat kuberikan padamu sebagai balasan apa yang telah kau berikan. Karena sesungguhnya hanya Allah lah yang dapat membalas semuanya yang telah kau berikan pada amanah ini.
Sugiyarti nama lengkapnya cukup singkat tapi teman-teman cukup memanggilnya gati. Singkat, padat dan jelas. Pribadimu sangat membutaku iri. Sesorang wanita yang sepertinya lemah tetapi sebenarnya sungguh luar biasa. Walau sakit mendera tetapi demi menyelsaikan amanah ini dia merelakan segala-galanya untuk ini. Seorang yang sangat pandai dalam me”manage” waktu dalam bidang akademik dan organisasi.
Seorang yang sangat haus akan ilmu, mau belajar demi hidupnya yang lebih baik. Dia adalah sosok yang pandai menempatkan dirinya dengan baik. Ketika saudara-saudarinya sedang banyak masalah dia akan menjadi seorang ibu yang “cerewet” dan penuh dengan kelembutan serta kasih sayang. Dia juga bisa menjadi seorang kakak ketika adik-adiknya membutuhkannya. Dan terkadang dia juga akan menjadi seorang adik yang perlu dimanja dan sedikit “bandel” terutama pada kondisi fisiknya yang agak rentan. Seorang yang memiliki sifat profesionalitas yang sangat tinggi pada lembaga ini, terutama pada amanah yang dia emban. Dan ternyata tak salah orang-orang yang telah memilihmu untuk menjadi rekan kerja yang baik untuk diri yang lemah ini, ilmu yang kau miliki telah kau aplikasikan dalam amanah ini. Seorang yang teliti dalam hal keuangan dan juga dalam bertindak. Kau pun pintar dalam mengolah keuangan internal, sungguh kau sangat membantuku dalam hal keuangan HMJ Ekonomi & Administrasi ini.
Dua karakter yang berbeda itu kini semakin mengenal dan semakin dapat memahami satu sama lain karena amanah ini. Dan kami berharap keKOMPAKkan kami akan terus berlanjut walau kami tak satu perjuangan lagi nantinya.
Dua karakter yang berbeda, kamilah (Ria Prihatna Sari dan Sugiyarti) yang tergabung dalam amanah yang sama. Saudariku, tetaplah belajar teruslah menggali ilmu yang banyak karena dengan seperti itu kau akan lebih mengetahui dunia ini tapi janganlah lupa kau pada agamamu. Tetaplah menjadi wanita yang tegar, setegar karang yang berdiri kokoh ketika ombak menerjang. Jagalah kesehatanmu karena dengan itu pasti akan banyak hal lagi yang akan kau dapat. Tetaplah menjadi dirimu sendiri yang orang lain kagum pada kemampuan yang kau miliki. Satu lagi pintaku, tetaplah menjadi sahabatku yang telah mengisi ruang hidupku, yang setia mendengar semua keluh kesahku dan cerita yang kubagi denganmu serta solusi yang selalu kau berikan pasti akan membuatku rindu padamu nanti.
Saudariku,,,
TERUSKANLAH PERJUANGANMU dimanapun kau berada…
Kita dipertemukan dalam perjuang ini,,,jangan kau tinggalkan jalan juang ini…karena kita berjuang di dunia dan berharap pertermua di Syurga-Nya nanti…aamiin…
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui
bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta kepada-Mu,
bertemu untuk taat kepadaMu,
bersatu untuk berdakwah di Jalan-Mu,
dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu,
maka kuatkanlah ikatannya Ya Allah…
Abadikanlah kasih sayangnya,
tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tak akan redup,
lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan indahnya tawakkal kepada-Mu,
hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu dan matikanlah dalam syahid di jalan-Mu.
Ukhuwah itu..
BalasHapustidak mengenal kata kesudahan..
meski sakit yang kau terima,,
meski kau merasa tertinggal jauh disana..
percayalah..
di sini..
di dalam 'sini'
masih tersimpan dg apik kenangan indah itu..
;)