Pelangiku

aku tau setiap ada hujan
yang deras
pasti akan muncul sebuah pelangi
yang indah
karena Allah sudah menciptakan
dua kejadian tersebut dalam satu paket

aku pun tau setiap ada masalah
yang datang silih berganti
akan selalu ada jalan keluar
yang sangat menakjubkan
karena Allah pun sudah menyiapkan
dua hal tersebut
dalam ketetapan-Nya

dan inilah hidup
terlalu indah jika kita mau membuka mata hati
terlalu banyak problematika
yang akan membuat kita
semakin dewasa

********



Kamis, 09 Februari 2012

sepucuk surat cinta untuk kalian

ahad, 13 Februari 2011. semuanya berubah. ketika sebuah amanah besar menghampiri pundakku saat itu. amanah yang sungguh jauh dari dugaan. dua tahun belakangan hanya berkutat di bidang keuangan, dan kali ini mendapat amanah yang jauh dari itu semua.
ujian seperti apa in ya Rabb??
aah,, hanya air mata yang mampu mewakili persaanku saat itu. air mata itu tumpah tak terhenti, walau saat itu sedang dalam sebuah perjalanan menuju majelis ilmu. bahkan air mata itu terus mengalir ketika hal ini kuceritakan pada "guruku". sesaat air mata itu terhenti, namun ketika seorang sahabat menelponku air mata itu pun tumpah kembali.. ahhh,, Rabb sebegitu lemahkan diri ini?
hari berikutnya, sungguh masih belum percaya dengan apa yang terjadi. bahkan sempat terpikir bahwa ini adalah mimpi yang sanagt buruk. ya, bad dreams. dan ingin rasanya segera bangun dari mimpi tersebut.
Rabb, kuatkah aku?? sanggupkah aku?? pertanyaan itu yang muncul kala itu.
hingga akhirnya aku pun harus tersadar dari itu semua, bahwa ini semua adalah kenyataan yang harus dihadapi. pahit atau manis. sulit atau mudah.
karena yang ku tahu, Allah tidak akan membebani seseorang diluar batas kesanggupannya. dan Allah tidak akan pernah salah alamat meberikan amanah di pundak seseorang.
hari-hari pun dilalui. kehidupan nyata yang harus dijalani. mengencangkan sabuk pengaman. harus banyak belajar. karena ini ilmu baru. karena ini pengalaman baru. karena ini adalah amanah dari-Nya. dan karena ini adalah nikmat yang Allah berikan. nikmat?? hmm.. ya nikmat, jika kita mau mensyukurinya sebagai pembelajaran lebih.

semua pun dimulai. belajar dan belajar. bertanya dan bertanya. memahami dan memahami. semuanya harus dilakukan. lakukan semampu yang dapat kau lakukan.!! do your best...!! Allah bersamamu..

ketika hari-hari mulai dilalui. semua pun terungkap. kenapa diri ini diberi amanah seperti ini? bukan karena kau yang paling pantas. karena masih banyak orang diluar sana yang jauh lebih pantas darimu. bukan karena kau paling kafa'ah. karena diluar sana banyak yang jauh lebih kafa'ah darimu. bukan karena kau yang mereka inginkan. tapi lebih karena Allah ingin mengajarkanmu banyak hal. ya, semua doa yang dulu pernah kau panjatkan Allah kabulkan melalu amanah ini.

dulu aku penah meminta dimasukkan dalam bagian orang-orang yang sabar. maka sungguh Allah pun melatihkan menjadi orang yang sabar.
ketika harus sabar menhadapi mereka yang tak jarang berbeda pendapat. ketika harus sabar saat sikap mereka yang terkadang cuek. sabar ketika sms tak kunjung dibalas. sabar ketika harus bertanya tapi tak mendapat respon. sabar ketika hati ini pun pernah terluka tapi tak boleh menceritakan. sabar ketika harus menunggu dan menunggu kedatangan mereka yang tak jarang tak kunjung jua.
walau hingga akhirnya pun kesabaran ini harus terlatih. karena aku belumlah menjadi bagian orang yang sabar.. aku masih sering tiba-tiba pada mereka. tiba-tiba kesal dengan sikap mereka.
Rabb,, pantaskah aku menjadi bagian orang-orang yang sabar??
Rabb,, mungkinkah hatiku belumlah bersih.
Rabb,, mungkinkan niat ini yang salah??

aku pun pernah doa, "semoga Allah menjaga keikhlasanku".
ya Allah pun menjawabnya dengan amanah ini.
ketika semua yang sudah kita lakukan tapi tak ada yang menghiraukan. ketika kita sudah memberikan semampu kita namun tetap dianggap belum memberikan apa-apa. ketika sudah mengorbankan yang kita punya tetapi tetap dianggap belum melakukannya. ketika kita sampai pada titik kepayahan dan mereka terus menuntut kita ini dan itu. sungguh Allah menguji keikhlasan disini. sudah ikhlaskan kita selama ini memberi??
ketika di titik paling payah pun mereka belum merasakan kehadiran kita. seandainya ingin berucap,, aku pun lelah sama seperti kalian. aku pun tak ingin seperti ini. tapi apa yang dapat terucap? tak ada, hanya senyum yang dapat ku beri. atau mungkin jika sudah samapi titik jenuhku tak sering wajah murung dan kesal yang kutunjukkan pada kalian.
Rabb,, salahkah aku? jika aku mengatakan ini semua? sungguh bukan karena aku tak ikhlas. sungguh bukan karena aku ingin mereka menegrti. sungguh bukan..
Rabb,, dititik lemah ini aku memang belum termasuk orang-orang yang ikhlas.
Rabb,, ajari aku untuk ikhlas..

aku pun pernah meminta agar menjadi wanita yang TANGGUH.
ya, lagi dan lagi Allah menjawabnya dengan amanah ini.
aku tahu aku belum se-TANGGUH itu. aku masih lemah. tapi aku hanya bisa seperti ini.
disaat aku ingin istirahat sejenak, tak sering ada yang "mengadu" mau tidak mau harus kuladeni. disaat aku pun ingin bersandar ternyata kalian pun ingin menyandar di bahuku. ketika aku ingin mengucapkan letih, ternyata tatapan kalian menyurutkan bibir ini untuk berkata. disaat aku ingin menangis karena tak sanggup dengan semua ini, tak jarang tiba-tiba kalian sms dan mengeluh lagi. disaat diri ini lelah, tapi harus tetap membimbingmu.
Rabb,, aku belumlah menjadi wanit TANGGUH itu.
Rabb,, diri ini masih terlalu lemah..
Rabb..........

dan ketika semua mulai kunikmati ini. ya entah mengapa aku menikmatinya, aku mulai bangga dengan kalian, mujahidah hebat. aku banga dnegan kalian yang selalu menjadi penyemangat. aku tahu aku bukanlah yang terhebat. aku pun maih lemah. tapi aku tak ingin menunjukkan pada kalian. bahuku masih mampu untk kau sandarkan. janganlah ragu, sayang. sungguh, walau aku tak se-TANGGUH itu bahuku masih kuat untuk menyanggamu. walau aku belum menjadi bagian orang-orang yang sabar. tapi sungguh hatiku masih sanggup mendengar curhatakan kalian. masih sanggup mendengar keluhan dan kekecewaan kalian.
saudariku yang sholiha,, sungguh aku terlalu bangga dengan kalian. yang tak jarang memaklumi kekhilafan diri ini.
saudariku yang sholiha,, sungguh aku tak jarang tidak mendengar keluhmu. aku mungkin sering membuatmu kecewa. keputusan yang membuatmu merasa tak adail dan terzhilimi. sikap yang dingin. bahkan mungkin tak pernah mengerti yang kau inginkan, sayang. bahkan mungkin merasa ada yang terbuang, dihalang-halangi langkahnya olehku atau merasa ditinggalkan...
tapi sungguh, dari hati yang terdalam tak ada maksud mengecewakan kalian, "membuang" kalian, menghalangi langkah kalian. itu mungkin bentuk rasa sayangku pada kalian, bentuk penjagaan seorang kakak untuk adik-adiknya. tetapi lagi dan lagi cara ini ternyata belum tepat. aku mungkin yang egois. aku yang belum mengenal kalian sepertinya. aku yang yang tak bisa menjaga kalian. mungkin kalian terlalu sakit hati denganku.
maaf sayang,, sungguh maaf...
tak pernah tersirat untuk melakukan itu semua..
aku terlalu bangga dengan kalian sehingga aku yakin kalian bisa "produktif" dimanapun kalian berada. aku terlalu sayang dengan kalian sehingga aku tak ingin membiarkanmu. aku pun terlalu sayang tapi bukan berarti aku ingin meninggalkan kalian.
demi Dzat Yang Maha Agung, aku sungguh menyayangi kalian.

ketika ingin kupertanggungjawabkan semua yang lalu sebelum kupertanggungjawabkan pada Sang pemberi Amanah, dengan harapan yang tinggi ku berharap semuanya hadir. kuingin jika ada yang ingin membalas semua perlakuanku selama ini, maka balaslah..
Rabb,, tapi Engkaulah maha pembolak-balik hati kami.
diantar mereka ada yang tidak hadir.
ada apa dengan mereka, Rabb?
sehatkan mereka? mereka selalu dalam lindungan-Mu kan?
mereka tak kekurangan sedikitpun kan Rabb?
Rabb,, maaf jika aku belum menjalankan amanah yang Kau berikan ini dengan baik
terlalu banyak catatan yang kutorehkan di sana. banyak luka yang menggores hati mereka.
apakah mereka memaafkan aku??
Rabb, teriring salamku untuk mereka
sampaikan maafku untuk mereka,
sampaikan rasa terimakasih yang besar untuk mereka.
sampaikan rasa sayangku untuk mereka
dan ketika penjagaanku tak sampai pada mereka, maka kutitipkan mereka pada-Mu Rabb. jagalah mereka, sauddari-saudariku yang kusayang.
Rabb, tuntunlah kami menuju ridho-Mu.
Rabb,,, maafkan aku...

*salam sayang untuk kalian mujahidah TANGGUH, yang telah Allah kirimkan untuk menjagaku.
terimakasih untuk pelajaran yang kalian suguhkan..
maafkan aku belum menjadi yang terbaik untuk kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar