Perjuangan ini bukanlah perjuangan yang ringan.
Dari batu kerikil hingga bongkahan batu besar tak segan untuk menyapa kami.
Dari angin yang bertiup sepoi-sepoi hingga badai yang mernghalangi jalan kami.
Ada juga jalan yang mendaki, sungguh tinggi dan panjang jalan yang kami harus lalui.
Namun, kami terus berjalan dan berjalan.
Berjalan hingga kami pun tak sadar, bahwa saudara kami ada yang tertinggal.
Kami ingin menunggu mereka dan berjalan beriringan kembali.
Namun apa daya, waktu yang kami miliki tidaklah banyak.
Perbekalan kami pun tak begitu banyak, tapi mencukupi.
Tak jarang pun kami harus beristirahat ketika kami mulai kelelahan.
Tetapi, kami tak boleh terlena oleh kemalasan dan kelelahan kami.
Kami harus terus bergegas dan bergegas.
Karena di puncak sana, kami telah ditunggu.
Ya, di tunggu.
Tak sering pun kami menengok ke belakang.
Berharap saudara kami yang tertinggal dapat menyusul kami.
Namun, perjalanan yang kami lalui pun sudah cukup jauh.
Ah, mungkin mereka berjalan dengan yang lain.
Dan menuju puncak yang lain.
Dan kami di sini.
Akan menuju puncak itu.
Bersama. Ya bersama.
Aku, kamu, dia, dan kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar